sore senja datang padaku
sore hari datang kepadaku dengan dadanya yang sarat oleh bekas peluru
seketika kudengar lagi suara tahun yang penuh ledakan serta teriakan
wajahmu muncul di manamana. di atas meja tempatku menulis sajak cinta
di permukaan lantai yang kotor oleh sampah dan kecemasan, membayang
di secangkir teh yang masih mengepulkan asap
namun katakatamu adalah dunia lain yang sampai saat ini tidak juga kupahami
aku bangun bersiap menyembahyangkan harapan yang telah menjadi bangkai
mengundang kembali ayatayat suci yang bertahun tidak lagi kuimani
berharap dengan begitu wajahmu lindap lalu lunas menjadi masalalu
dan katakatamu bangkit dari kesuntukanku terhadap bahasa
menjelma kekasih yang mengerti pedihnya kesepian dan perihnya luka
tapi hingga sore hari meninggalkanku, segalanya masih seperti sediakala
sementara bekas peluru yang menyarati dadanya telah ia wariskan ke atas dadaku
Minggu, 11 Desember 2011
Desember 1942
7 Desember Ratu Wilhelmina dari Belanda, di pengasingan, memberikan pidato yang menjanjikan direformasi hubungan dengan koloni setelah perang.
27 Desember Jepang membuka kamp interniran pertama untuk perempuan Belanda di Ambarawa.
Soekarno pose dengan geng bekerja "romusha".Januari 1943
Jepang menangkap Amir Sjarifuddin, memecah gerakan perlawanan itu. Sjarifuddin dijatuhi hukuman mati, tetapi Soekarno mengintervensi atas namanya.
Australia mengevakuasi gerilyawan Timor Timur.Kasus Amir Sjarifuddin adalah salah satu yang tidak biasa. Dia adalah seorang, Komunis dana belum diterima dari pemerintah Belanda di pengasingan untuk mendukung gerakan perlawanan melawan Jepang.Februari 1943
9 Februari Jepang mengirim pasukan tambahan ke Tanimbar dan Kai Kepulauan, dan Irian Jaya.
Februari 10 gerilyawan Australia terakhir yang dievakuasi dari Timor Timur, setelah satu tahun perlawanan di semak-semak.
Maret 1943
9 Maret Jepang menyelenggarakan Putera (Pusat Tenaga Rakyat, sebuah organisasi pembantu politik). Soekarno bernama ketua. Hatta dan Ki Hadjar Dewantoro adalah anggota.
Jepang mulai mengatur pembantu militer setempat ("Heiho"), yang melekat pada unit Jepang biasa.
Indonesia "heiho" prajurit berlatih dengan staf kayu bukan senjata, 1943. Tentara Heiho dari Indonesia adalah kombinasi relawan dan wajib militer paksa. Militer Jepang tidak memperlakukan mereka dengan hormat yang sama sebagai tentara Jepang.Juli 1943
Jepang penangkapan 1000 di Kalimantan Selatan.
7 Juli Perdana Menteri Jepang Tojo menjanjikan pemerintahan sendiri Indonesia terbatas dalam pidatonya di Gambir, Jakarta.
Agustus 1943
13 Agustus pembom AS dari Australia hit Balikpapan.
Jepang mulai mengambil alih perkebunan gula dalam mendukung produsen gula Jepang; manajer Eropa dikirim ke kamp interniran.Sekitar waktu ini, banyak Protestan ("Kristen") jemaat yang didirikan kepemimpinan Indonesia setelah Belanda dan misionaris gereja telah dikirim ke kamp interniran Jepang. Sebuah efek samping dari pendudukan Jepang adalah untuk membuat gereja-gereja Protestan Indonesia.September 1943
Pemberontakan melawan Jepang meletakkan di Selatan dan Kalimantan Barat.
September 8 Pesanan dikeluarkan dari markas besar militer Jepang di Saigon untuk mengatur "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) di seluruh Asia Tenggara.
Pada akhir perang, sekitar dua juta Indonesia telah direkrut untuk layanan di Giyugun atau sebagai pembantu Heiho. Orang Jepang merasa bahwa merekrut penduduk setempat untuk pertahanan yang diperlukan, karena unit Jepang semakin dipanggil untuk melawan Amerika di tempat lain di Pasifik.Oktober 1943
3 Oktober Jepang mengatur "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) untuk Sumatera dan Jawa. Kekuatan untuk Jawa disebut PETA (Pembela Tanah Air).
Organisasi payung Oktober MIAI adalah remade menjadi Masyumi (Majelis Syurah Muslimin Indonesia) di bawah pengawasan Jepang.
Jepang mulai memaksakan kerja wajib terhadap penduduk desa (romusha), ribuan mati atau hilang.
Jepang memberlakukan Penggantian beras.
Brigade laut Belanda di pengasingan mulai pelatihan di Camp Lejeune, North Carolina, Amerika Serikat, dengan tujuan akhir merebut kembali Hindia Belanda.
Petugas di PETA berkumpul untuk meninjau, 1943.
Banyak tokoh-tokoh mendaftar untuk PETA, termasuk Soedirman dan Soeharto. Aktivis kemerdekaan melihat pelatihan militer tidak begitu banyak sebagai dukungan bagi Jepang sebagai persiapan untuk kemerdekaan mungkin. Pada pertengahan 1945, ada 120.000 pejuang bersenjata di PETA. Kelompok ini kemudian membentuk inti dari Indonesia yang baru (TNI, kemudian ABRI) setelah kemerdekaan diproklamasikan pada tahun 1945.November 1943
November 3 Hatta memberikan pidato mendesak Indonesia untuk bergabung dengan Giyugun (PETA).
November 10 Soekarno, Hatta, dan Kyai Bagus Hadikusumo yang diterbangkan ke Tokyo untuk menjadi dihiasi oleh Kaisar Jepang.
Ini adalah pertama kalinya bahwa Sukarno telah bepergian ke luar negeri. Hatta, yang telah menghabiskan bertahun-tahun di Eropa, kurang mudah terkesan.Desember 1943
Barisan Hizbullah diselenggarakan oleh Jepang, sebuah angkatan bersenjata pemuda Muslim yang berhubungan dengan Masyumi.
1944
Januari Putera digantikan oleh Hokokai Jakarta / Jawa Asosiasi Pelayanan. Soekarno adalah ketua.
April 19 bom Sekutu Sabang di Aceh.
April 22 Sekutu merebut Hollandia (sekarang Jayapura).
9 Mei komandan Jepang memutuskan untuk meninggalkan Irian Barat.
17 Mei serangan udara Sekutu pada Surabaya.
27 Mei US memaksa tanah di Biak.
4 Jun Jepang mulai serangan balik di Biak.
Barisan Pelopor Agustus ini diselenggarakan sebagai sayap pemuda dari Jakarta Hokokai (setelah kemerdekaan, itu akan menjadi dikenal sebagai Barisan Benteng).
Agustus 11 serangan udara Sekutu pada Palembang.
28-29 Agustus Ambon sebagian besar hancur oleh serangan udara Sekutu.
September 8 Jepang Koiso menjanjikan Umum bahwa Indonesia (berarti semua wilayah Hindia Belanda) akan independen dalam "waktu dekat".
September 8 pasukan AS akhirnya jelas terakhir pasukan Jepang dari Biak.
September 15 Sekutu mendarat di Morotai.
Otoritas Jepang mulai mengorganisir dewan regional (dengan kekuasaan penasihat saja).
Oktober pasukan Australia mulai Balikpapan pemboman.
Jepang mengorganisir sebuah Dewan Penasehat Pusat, serupa dengan Volksraad, tanpa kekuasaan legislatif.
November Harada digantikan sebagai gubernur militer oleh Yamamoto.
Pakubuwono XII menjadi Susuhunan Surakarta.
Sebuah Hindia Belanda kecil administrasi didirikan di daerah-daerah timur yang melewati pasukan Sekutu di 44-45 dalam perjalanan mereka ke Filipina.
Menjelang akhir perang, korban tewas di kalangan warga Belanda dan Eropa lainnya di kamp-kamp interniran Jepang setinggi 20%.
10 catatan Rupiah yang diterbitkan oleh pasukan pendudukan Jepang, 1944.Februari 1945
14 Februari prajurit Peta di Blitar menyerang gudang senjata Jepang di sana.Maret 1945
1 Maret Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah komite untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diumumkan oleh Jepang. Anggota termasuk Sukarno, Hatta, Wahid Hasyim, banyak orang lain. Ketua Radjiman Wediodiningrat adalah Dr.April 1945
Wakil Jepang Laksamana Maeda, kepala Naval Intelijen di Indonesia, sponsor berbicara wisata oleh Sukarno dan Hatta ke Ujung Pandang.
April 30 Australia dan Belanda mendarat di Tarakan pasukan.
Soekarno pose dengan pejabat militer dan sipil Jepang di Ujung Pandang pada bulan April 1945.Mei 1945
2 Mei BPUPKI memegang sesi pertama (sampai 1 Juni). Supomo berbicara kepada komite terhadap individualisme pribadi, dan mendukung integrasi nasional. Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru harus mencakup Sarawak, Sabah, Malaya, dan Timor Portugis, serta semua wilayah Hindia Belanda. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial.
3 Mei dikuasai gerilyawan Aceh pos Jepang di Pandrah, membunuh semua pasukan Jepang tanpa kerugian antara mereka sendiri.
Kontroversi terus berlanjut diantara peserta BPUPKI mengenai peran Islam dalam Indonesia baru.
Pernyataan Yamin kepada panitia BPUPKI yang sangat nasionalistik, dan membuat menarik bagi klaim sejarah dan teritorial Majapahit serta menarik masyarakat umum untuk bersatu dari ras Melayu umum dan budaya.
"Kemerdekaan hampir sini": poster propaganda Jepang dari 1945. Perhatikan kombinasi tentara Jepang dan anak-anak dengan bendera merah-putih Indonesia.Juni 1945
Maeda sponsor berbicara wisata oleh Sukarno dan Hatta ke Bali dan Banjarmasin.
1 Juni Sukarno menjelaskan "Pancasila" doktrin dalam pidato ke panitia BPUPKI kemerdekaan.
10 Jun Australia pasukan darat di Brunei.
Belanda pasukan darat di Sumatera Utara.
22 Jun Sebuah komisi khusus di bawah Sukarno untuk menyelesaikan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru menempel pada bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta atau "Piagam Jakarta". Bahasa kompromi hanya menyatakan bahwa umat Islam diwajibkan untuk mengikuti hukum Islam.
24 Juni pasukan darat Sekutu di Halmahera.
Pancasila adalah doktrin nasional Indonesia, cita-cita bahwa masyarakat harus mencoba untuk hidup sampai. Untuk info lebih lanjut, lihat Catatan berdasarkan Pancasila.Juli 1945
Militer Jepang bertemu di Singapura. Rencana dibuat untuk menyerahkan Indonesia kepada pemimpin kemerdekaan Indonesia.
1 Jul pasukan Australia mengambil Balikpapan.
Pembom AS mencapai Watampone, situs lain di Kalimantan dan Sulawesi.
Juli 8 Sekolah Islam Tinggi didirikan di Batavia (leluhur dari IAIN jaringan universitas agama).
10 Juli Kedua BPUPKI sesi diadakan (sampai dengan Juli 17) untuk diskusi untuk menyusun konstitusi bagi Indonesia. Hatta mengkritik pernyataan nasionalistik Yamin, dan menyarankan bahwa Irian Barat mungkin kiri dari Indonesia yang baru. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menunjukkan bahwa orang-orang di harta Inggris dan Portugis dapat memilih apakah akan bergabung dengan Indonesia. Mayoritas suara komite bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, serta semua Hindia Belanda.
11 Juli US serangan udara di Sabang.
7 Desember Ratu Wilhelmina dari Belanda, di pengasingan, memberikan pidato yang menjanjikan direformasi hubungan dengan koloni setelah perang.
27 Desember Jepang membuka kamp interniran pertama untuk perempuan Belanda di Ambarawa.
Soekarno pose dengan geng bekerja "romusha".Januari 1943
Jepang menangkap Amir Sjarifuddin, memecah gerakan perlawanan itu. Sjarifuddin dijatuhi hukuman mati, tetapi Soekarno mengintervensi atas namanya.
Australia mengevakuasi gerilyawan Timor Timur.Kasus Amir Sjarifuddin adalah salah satu yang tidak biasa. Dia adalah seorang, Komunis dana belum diterima dari pemerintah Belanda di pengasingan untuk mendukung gerakan perlawanan melawan Jepang.Februari 1943
9 Februari Jepang mengirim pasukan tambahan ke Tanimbar dan Kai Kepulauan, dan Irian Jaya.
Februari 10 gerilyawan Australia terakhir yang dievakuasi dari Timor Timur, setelah satu tahun perlawanan di semak-semak.
Maret 1943
9 Maret Jepang menyelenggarakan Putera (Pusat Tenaga Rakyat, sebuah organisasi pembantu politik). Soekarno bernama ketua. Hatta dan Ki Hadjar Dewantoro adalah anggota.
Jepang mulai mengatur pembantu militer setempat ("Heiho"), yang melekat pada unit Jepang biasa.
Indonesia "heiho" prajurit berlatih dengan staf kayu bukan senjata, 1943. Tentara Heiho dari Indonesia adalah kombinasi relawan dan wajib militer paksa. Militer Jepang tidak memperlakukan mereka dengan hormat yang sama sebagai tentara Jepang.Juli 1943
Jepang penangkapan 1000 di Kalimantan Selatan.
7 Juli Perdana Menteri Jepang Tojo menjanjikan pemerintahan sendiri Indonesia terbatas dalam pidatonya di Gambir, Jakarta.
Agustus 1943
13 Agustus pembom AS dari Australia hit Balikpapan.
Jepang mulai mengambil alih perkebunan gula dalam mendukung produsen gula Jepang; manajer Eropa dikirim ke kamp interniran.Sekitar waktu ini, banyak Protestan ("Kristen") jemaat yang didirikan kepemimpinan Indonesia setelah Belanda dan misionaris gereja telah dikirim ke kamp interniran Jepang. Sebuah efek samping dari pendudukan Jepang adalah untuk membuat gereja-gereja Protestan Indonesia.September 1943
Pemberontakan melawan Jepang meletakkan di Selatan dan Kalimantan Barat.
September 8 Pesanan dikeluarkan dari markas besar militer Jepang di Saigon untuk mengatur "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) di seluruh Asia Tenggara.
Pada akhir perang, sekitar dua juta Indonesia telah direkrut untuk layanan di Giyugun atau sebagai pembantu Heiho. Orang Jepang merasa bahwa merekrut penduduk setempat untuk pertahanan yang diperlukan, karena unit Jepang semakin dipanggil untuk melawan Amerika di tempat lain di Pasifik.Oktober 1943
3 Oktober Jepang mengatur "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) untuk Sumatera dan Jawa. Kekuatan untuk Jawa disebut PETA (Pembela Tanah Air).
Organisasi payung Oktober MIAI adalah remade menjadi Masyumi (Majelis Syurah Muslimin Indonesia) di bawah pengawasan Jepang.
Jepang mulai memaksakan kerja wajib terhadap penduduk desa (romusha), ribuan mati atau hilang.
Jepang memberlakukan Penggantian beras.
Brigade laut Belanda di pengasingan mulai pelatihan di Camp Lejeune, North Carolina, Amerika Serikat, dengan tujuan akhir merebut kembali Hindia Belanda.
Petugas di PETA berkumpul untuk meninjau, 1943.
Banyak tokoh-tokoh mendaftar untuk PETA, termasuk Soedirman dan Soeharto. Aktivis kemerdekaan melihat pelatihan militer tidak begitu banyak sebagai dukungan bagi Jepang sebagai persiapan untuk kemerdekaan mungkin. Pada pertengahan 1945, ada 120.000 pejuang bersenjata di PETA. Kelompok ini kemudian membentuk inti dari Indonesia yang baru (TNI, kemudian ABRI) setelah kemerdekaan diproklamasikan pada tahun 1945.November 1943
November 3 Hatta memberikan pidato mendesak Indonesia untuk bergabung dengan Giyugun (PETA).
November 10 Soekarno, Hatta, dan Kyai Bagus Hadikusumo yang diterbangkan ke Tokyo untuk menjadi dihiasi oleh Kaisar Jepang.
Ini adalah pertama kalinya bahwa Sukarno telah bepergian ke luar negeri. Hatta, yang telah menghabiskan bertahun-tahun di Eropa, kurang mudah terkesan.Desember 1943
Barisan Hizbullah diselenggarakan oleh Jepang, sebuah angkatan bersenjata pemuda Muslim yang berhubungan dengan Masyumi.
1944
Januari Putera digantikan oleh Hokokai Jakarta / Jawa Asosiasi Pelayanan. Soekarno adalah ketua.
April 19 bom Sekutu Sabang di Aceh.
April 22 Sekutu merebut Hollandia (sekarang Jayapura).
9 Mei komandan Jepang memutuskan untuk meninggalkan Irian Barat.
17 Mei serangan udara Sekutu pada Surabaya.
27 Mei US memaksa tanah di Biak.
4 Jun Jepang mulai serangan balik di Biak.
Barisan Pelopor Agustus ini diselenggarakan sebagai sayap pemuda dari Jakarta Hokokai (setelah kemerdekaan, itu akan menjadi dikenal sebagai Barisan Benteng).
Agustus 11 serangan udara Sekutu pada Palembang.
28-29 Agustus Ambon sebagian besar hancur oleh serangan udara Sekutu.
September 8 Jepang Koiso menjanjikan Umum bahwa Indonesia (berarti semua wilayah Hindia Belanda) akan independen dalam "waktu dekat".
September 8 pasukan AS akhirnya jelas terakhir pasukan Jepang dari Biak.
September 15 Sekutu mendarat di Morotai.
Otoritas Jepang mulai mengorganisir dewan regional (dengan kekuasaan penasihat saja).
Oktober pasukan Australia mulai Balikpapan pemboman.
Jepang mengorganisir sebuah Dewan Penasehat Pusat, serupa dengan Volksraad, tanpa kekuasaan legislatif.
November Harada digantikan sebagai gubernur militer oleh Yamamoto.
Pakubuwono XII menjadi Susuhunan Surakarta.
Sebuah Hindia Belanda kecil administrasi didirikan di daerah-daerah timur yang melewati pasukan Sekutu di 44-45 dalam perjalanan mereka ke Filipina.
Menjelang akhir perang, korban tewas di kalangan warga Belanda dan Eropa lainnya di kamp-kamp interniran Jepang setinggi 20%.
10 catatan Rupiah yang diterbitkan oleh pasukan pendudukan Jepang, 1944.Februari 1945
14 Februari prajurit Peta di Blitar menyerang gudang senjata Jepang di sana.Maret 1945
1 Maret Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah komite untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diumumkan oleh Jepang. Anggota termasuk Sukarno, Hatta, Wahid Hasyim, banyak orang lain. Ketua Radjiman Wediodiningrat adalah Dr.April 1945
Wakil Jepang Laksamana Maeda, kepala Naval Intelijen di Indonesia, sponsor berbicara wisata oleh Sukarno dan Hatta ke Ujung Pandang.
April 30 Australia dan Belanda mendarat di Tarakan pasukan.
Soekarno pose dengan pejabat militer dan sipil Jepang di Ujung Pandang pada bulan April 1945.Mei 1945
2 Mei BPUPKI memegang sesi pertama (sampai 1 Juni). Supomo berbicara kepada komite terhadap individualisme pribadi, dan mendukung integrasi nasional. Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru harus mencakup Sarawak, Sabah, Malaya, dan Timor Portugis, serta semua wilayah Hindia Belanda. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial.
3 Mei dikuasai gerilyawan Aceh pos Jepang di Pandrah, membunuh semua pasukan Jepang tanpa kerugian antara mereka sendiri.
Kontroversi terus berlanjut diantara peserta BPUPKI mengenai peran Islam dalam Indonesia baru.
Pernyataan Yamin kepada panitia BPUPKI yang sangat nasionalistik, dan membuat menarik bagi klaim sejarah dan teritorial Majapahit serta menarik masyarakat umum untuk bersatu dari ras Melayu umum dan budaya.
"Kemerdekaan hampir sini": poster propaganda Jepang dari 1945. Perhatikan kombinasi tentara Jepang dan anak-anak dengan bendera merah-putih Indonesia.Juni 1945
Maeda sponsor berbicara wisata oleh Sukarno dan Hatta ke Bali dan Banjarmasin.
1 Juni Sukarno menjelaskan "Pancasila" doktrin dalam pidato ke panitia BPUPKI kemerdekaan.
10 Jun Australia pasukan darat di Brunei.
Belanda pasukan darat di Sumatera Utara.
22 Jun Sebuah komisi khusus di bawah Sukarno untuk menyelesaikan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru menempel pada bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta atau "Piagam Jakarta". Bahasa kompromi hanya menyatakan bahwa umat Islam diwajibkan untuk mengikuti hukum Islam.
24 Juni pasukan darat Sekutu di Halmahera.
Pancasila adalah doktrin nasional Indonesia, cita-cita bahwa masyarakat harus mencoba untuk hidup sampai. Untuk info lebih lanjut, lihat Catatan berdasarkan Pancasila.Juli 1945
Militer Jepang bertemu di Singapura. Rencana dibuat untuk menyerahkan Indonesia kepada pemimpin kemerdekaan Indonesia.
1 Jul pasukan Australia mengambil Balikpapan.
Pembom AS mencapai Watampone, situs lain di Kalimantan dan Sulawesi.
Juli 8 Sekolah Islam Tinggi didirikan di Batavia (leluhur dari IAIN jaringan universitas agama).
10 Juli Kedua BPUPKI sesi diadakan (sampai dengan Juli 17) untuk diskusi untuk menyusun konstitusi bagi Indonesia. Hatta mengkritik pernyataan nasionalistik Yamin, dan menyarankan bahwa Irian Barat mungkin kiri dari Indonesia yang baru. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menunjukkan bahwa orang-orang di harta Inggris dan Portugis dapat memilih apakah akan bergabung dengan Indonesia. Mayoritas suara komite bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, serta semua Hindia Belanda.
11 Juli US serangan udara di Sabang.
Minggu, 04 Desember 2011
sabar membebaskan Al-Aqsa
SAAT dunia menyaksikan kejahatan dan kedegilan Israel terhadap relawan Gaza, banyak SMS yang sampai pada saya: ”Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan Israel”. Ketika saya jawab, ”Minimal kita berdoa,” dia bertanya lagi, ”Apa hanya doa saja?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering muncul dalam benak umat Islam –bahkan umat manusia di berbagai belahan dunia -- saat kita menyaksikan begitu biadabnya Israel menindas bangsa Palestina.
Kita sangat bersyukur ada sebagian kaum muslim yang tergabung dalam relawan Gaza yang dengan sangat kreatif dan berani melakukan terobosan besar dalam menunjukkan kepada dunia, betapa biadabnya kaum Zionis Yahudi. Upaya-upaya seperti ini terbukti sangat efektif. Para relawan itu melakukan perjuangan dengan cerdas dan berani. Mereka juga bersedia mempertaruhkan dirinya demi sebuah cita-cita mulia, membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.
Namun, kita sadar, bahwa masalah Palestina bukan soal kecil. Ini masalah besar. Yang sedang kita hadapi adalah bangsa Yahudi, sebuah bangsa yang telah terkenal dengan kecerdikan dan kejahatannya dalam sejarah. Bangsa ini juga begitu banyak disebutkan dalam al-Quran, khususnya tentang kejahatan-kejahatan dan watak degil mereka dalam sejarah.
Perjuangan membebaskan Palestina bukanlah kali pertama dilakukan umat Islam. Sejarah menunjukkan, perjuangan membebaskan diri dari suatu penindasan seringkali membutuhkan waktu yang panjang. Kita ingat, kemerdekaan Indonesia harus dicapai setelah ratusan tahun harus berjuang melawan penjajah Belanda. Dalam kaitan inilah, kita perlu meningat, bahwa syarat penting untuk meraih kemenangan dalam perjuangan adalah sabar dalam berjuang. "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaranmu dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu meraih kemenangan." (QS Ali Imran:200).
Perjuangan mewujudkan suatu kemenangan, apalagi kemenangan perjuangan Islam terkadang memerlukan waktu yang panjang. Untuk dapat menaklukkan Konstantinopel, umat Islam membutuhkan waktu sekitar 800 tahun. Rasulullah saw wafat sekitar tahun 636 M. Semasa hidup, beliau pernah mengabarkan bahwa umat Islam suatu ketika akan menaklukkan Konstantinopel. Ternyata, penaklukan Konstantinopel baru terjadi pada tahun 1453 M. Pada tahun 1099 M, kota Jerusalem jatuh ke tangan pasukan Salib. Umat Islam merebut kembali kota Jerusalem baru pada tahun 1187 M. Itu artinya, umat Islam harus menunggu waktu selama 88 tahun untuk merebut kembali Jerusalem.
Kini, umat Islam diuji oleh Allah SWT, berupa penodaan dan penindasan kaum Yahudi di Palestina. Berulang kali kaum Yahudi merusak dan menodai kesucian Masjid al-Aqsa. Kini, mereka terus mengancam keberadaan Masjid al-Aqsa. Sejak tahun 1967, tempat suci umat Islam ini sudah direbut kaum Yahudi. Jadi, pendudukan Yahudi atas al-Aqsa kini sudah berlangsung 43 tahun. Hingga kini, belum tampak jelas, tanda-tanda untuk mengakhiri keangkuhan kaum Yahudi itu.
Tapi, kasus Jerusalem dan Masjid al-Aqsa sebenarnya merupakan cermin atas kondisi umat Islam sendiri. Umat Islam diperlakukan tidak semestinya, karena mereka lemah. Mengapa mereka lemah? Karena – seperti disebutkan Rasulullah saw – mereka terjangkit penyakit al-wahnu, yakni penyakit cinta dunia dan takut mati. Maka, jika umat Islam mau menang, penyakit itu harus dihapuskan. Tentu saja, ini bukan perkara mudah, karena menyangkut pola pikir dan budaya. Budaya hubbud-dunya telah merasuk dalam berbagai bidang kehidupan. Hubbud-dunya adalah pangkal segala kesalahan. Ketika penyakit ini merasuk, maka akan rusaklah segala tatanan kehidupan. Sebab, dunia, yang seharusnya dijadikan sebagai "ladang akhirat" telah dijadikan sebagai tujuan hidup. Jika hubbud-dunya telah merajalela, maka secara otomatis semangat untuk berjuang di jalan Allah akan memudar.
Inilah PR terbesar yang harus dikerjakan oleh umat Islam. Yakni, bagaimana menjadikan akhirat sebagai tujuan tertinggi dalam kehidupan dan membuang penyakit hubbud-dunya. Ini bukan pekerjaan mudah, karena menyangkut perubahan pemikiran dan pendidikan. Dalam sejarah bisa dilihat, untuk membangkitkan satu generasi Shalahuddin, para ulama memerlukan waktu sekitar 50 tahun. Kembalinya Jerusalem ke tangan umat Islam pada 1187, didahului dengan sebuah proses perubahan sosial yang dipimpin oleh para ulama yang tinggi ilmunya dan zuhud kehidupannya.
Masalahnya, apakah umat Islam saat ini mempunyai ulama-ulama yang hebat semacam itu? Jika tidak, maka kewajiban utama umat Islam adalah mewujudkannya. Setelah itu, para ulama didukung untuk mendidik satu generasi yang tangguh, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Maidah ayat 55. Yakni, generasi yang dicintai Allah dan mencintai Allah, berkasih sayang terjadap sesama mukmin, dan bersikap tegas terhadap kaum kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut terhadap berbagai celaan. Mereka yakin dan kokoh dengan keyakinan dan tujuan perjuangan.
Semua itu membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Perjuangan Islam membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kecerdikan. Sebab, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Godaan untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan, bisa menghancurkan proses perjuangan. Godaan inilah yang menjadi penyebab hancurnya pasukan Islam, gara-gara sebagian pasukan panah tergoda oleh harta rampasan perang. Maka, keliru besar jika ada yang menyangka bahwa jika ada sebagian aktivis dakwah telah menduduki suatu jabatan tertentu di pemerintahan, dikatakan, bahwa mereka telah berhasil dalam dakwah.
Keliru juga jika menyangka bahwa pejuang dakwah yang hebat adalah yang rajin mengeluarkan pernyataan tentang perlunya berdiri sebuah negara Islam; sementara pada saat yang sama, dia tidak melakukan tindakan apa-apa untuk memajukan umat Islam dan melawan kemunkaran yang bercokol di sekitarnya.
Walhasil, perjuangan memerlukan kesabaran dan strategi yang matang. Perjuangan bisa berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nafsu untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan dapat menghancurkan tujuan perjuangan itu sendiri. Karena itulah, kita sangat berutang budi pada para ustad dan aktivis dakwah yang tidak pernah tersorot kamera TV atau liputan media massa, tetapi gigih mengajarkan aqidah Islam, baca tulis al-Quran, atau membendung gerakan-gerakan pemurtadan yang merusak umat Islam. Para pejuang Islam ini mungkin tidak menyadari, bahwa yang mereka kerjakan adalah sebuah langkah besar dalam menjaga aqidah dan eksistensi umat Islam.
Prof. Kasman Singodimedjo, seorang pejuang Islam di Indonesia, pernah menerbitkan sebuah buku menarik berjudul Renungan dari Tahanan, (Jakarta: Tintamas, 1967). Buku itu ditulisnya saat mendekam dalam tahanan rezim Orde Lama. Dari ruang tahanan itulah, Kasman mengingatkan pentingnya kesabaran dan keberlanjutan dalam perjuangan. Beliau berpesan:
Dr. Mohammad Natsir, pada 17 Agustus 1951, juga menulis sebuah artikel berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut.” Melalui artikelnya ini, Natsir juga mengingatkan, bahwa perjuangan tiada mengenal kata berakhir. Ia mengingatkan munculnya gejala orang-orang yang cepat merasa puas dalam perjuangan dan suka menuntut imbalan atas jerih-payahnya. Ketika itu, hanya enam tahun setelah kemerdekaan, kondisinya sudah sangat berubah. Natsir menggambarkan betapa jauhnya kondisi manusia Indonesia pasca kemerdekaan dengan pra-kemerdekaan.
Kita sangat bersyukur ada sebagian kaum muslim yang tergabung dalam relawan Gaza yang dengan sangat kreatif dan berani melakukan terobosan besar dalam menunjukkan kepada dunia, betapa biadabnya kaum Zionis Yahudi. Upaya-upaya seperti ini terbukti sangat efektif. Para relawan itu melakukan perjuangan dengan cerdas dan berani. Mereka juga bersedia mempertaruhkan dirinya demi sebuah cita-cita mulia, membantu perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.
Namun, kita sadar, bahwa masalah Palestina bukan soal kecil. Ini masalah besar. Yang sedang kita hadapi adalah bangsa Yahudi, sebuah bangsa yang telah terkenal dengan kecerdikan dan kejahatannya dalam sejarah. Bangsa ini juga begitu banyak disebutkan dalam al-Quran, khususnya tentang kejahatan-kejahatan dan watak degil mereka dalam sejarah.
Perjuangan membebaskan Palestina bukanlah kali pertama dilakukan umat Islam. Sejarah menunjukkan, perjuangan membebaskan diri dari suatu penindasan seringkali membutuhkan waktu yang panjang. Kita ingat, kemerdekaan Indonesia harus dicapai setelah ratusan tahun harus berjuang melawan penjajah Belanda. Dalam kaitan inilah, kita perlu meningat, bahwa syarat penting untuk meraih kemenangan dalam perjuangan adalah sabar dalam berjuang. "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaranmu dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu meraih kemenangan." (QS Ali Imran:200).
Perjuangan mewujudkan suatu kemenangan, apalagi kemenangan perjuangan Islam terkadang memerlukan waktu yang panjang. Untuk dapat menaklukkan Konstantinopel, umat Islam membutuhkan waktu sekitar 800 tahun. Rasulullah saw wafat sekitar tahun 636 M. Semasa hidup, beliau pernah mengabarkan bahwa umat Islam suatu ketika akan menaklukkan Konstantinopel. Ternyata, penaklukan Konstantinopel baru terjadi pada tahun 1453 M. Pada tahun 1099 M, kota Jerusalem jatuh ke tangan pasukan Salib. Umat Islam merebut kembali kota Jerusalem baru pada tahun 1187 M. Itu artinya, umat Islam harus menunggu waktu selama 88 tahun untuk merebut kembali Jerusalem.
Kini, umat Islam diuji oleh Allah SWT, berupa penodaan dan penindasan kaum Yahudi di Palestina. Berulang kali kaum Yahudi merusak dan menodai kesucian Masjid al-Aqsa. Kini, mereka terus mengancam keberadaan Masjid al-Aqsa. Sejak tahun 1967, tempat suci umat Islam ini sudah direbut kaum Yahudi. Jadi, pendudukan Yahudi atas al-Aqsa kini sudah berlangsung 43 tahun. Hingga kini, belum tampak jelas, tanda-tanda untuk mengakhiri keangkuhan kaum Yahudi itu.
Tapi, kasus Jerusalem dan Masjid al-Aqsa sebenarnya merupakan cermin atas kondisi umat Islam sendiri. Umat Islam diperlakukan tidak semestinya, karena mereka lemah. Mengapa mereka lemah? Karena – seperti disebutkan Rasulullah saw – mereka terjangkit penyakit al-wahnu, yakni penyakit cinta dunia dan takut mati. Maka, jika umat Islam mau menang, penyakit itu harus dihapuskan. Tentu saja, ini bukan perkara mudah, karena menyangkut pola pikir dan budaya. Budaya hubbud-dunya telah merasuk dalam berbagai bidang kehidupan. Hubbud-dunya adalah pangkal segala kesalahan. Ketika penyakit ini merasuk, maka akan rusaklah segala tatanan kehidupan. Sebab, dunia, yang seharusnya dijadikan sebagai "ladang akhirat" telah dijadikan sebagai tujuan hidup. Jika hubbud-dunya telah merajalela, maka secara otomatis semangat untuk berjuang di jalan Allah akan memudar.
Inilah PR terbesar yang harus dikerjakan oleh umat Islam. Yakni, bagaimana menjadikan akhirat sebagai tujuan tertinggi dalam kehidupan dan membuang penyakit hubbud-dunya. Ini bukan pekerjaan mudah, karena menyangkut perubahan pemikiran dan pendidikan. Dalam sejarah bisa dilihat, untuk membangkitkan satu generasi Shalahuddin, para ulama memerlukan waktu sekitar 50 tahun. Kembalinya Jerusalem ke tangan umat Islam pada 1187, didahului dengan sebuah proses perubahan sosial yang dipimpin oleh para ulama yang tinggi ilmunya dan zuhud kehidupannya.
Masalahnya, apakah umat Islam saat ini mempunyai ulama-ulama yang hebat semacam itu? Jika tidak, maka kewajiban utama umat Islam adalah mewujudkannya. Setelah itu, para ulama didukung untuk mendidik satu generasi yang tangguh, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Maidah ayat 55. Yakni, generasi yang dicintai Allah dan mencintai Allah, berkasih sayang terjadap sesama mukmin, dan bersikap tegas terhadap kaum kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut terhadap berbagai celaan. Mereka yakin dan kokoh dengan keyakinan dan tujuan perjuangan.
Semua itu membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Perjuangan Islam membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kecerdikan. Sebab, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Godaan untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan, bisa menghancurkan proses perjuangan. Godaan inilah yang menjadi penyebab hancurnya pasukan Islam, gara-gara sebagian pasukan panah tergoda oleh harta rampasan perang. Maka, keliru besar jika ada yang menyangka bahwa jika ada sebagian aktivis dakwah telah menduduki suatu jabatan tertentu di pemerintahan, dikatakan, bahwa mereka telah berhasil dalam dakwah.
Keliru juga jika menyangka bahwa pejuang dakwah yang hebat adalah yang rajin mengeluarkan pernyataan tentang perlunya berdiri sebuah negara Islam; sementara pada saat yang sama, dia tidak melakukan tindakan apa-apa untuk memajukan umat Islam dan melawan kemunkaran yang bercokol di sekitarnya.
Walhasil, perjuangan memerlukan kesabaran dan strategi yang matang. Perjuangan bisa berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nafsu untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan dapat menghancurkan tujuan perjuangan itu sendiri. Karena itulah, kita sangat berutang budi pada para ustad dan aktivis dakwah yang tidak pernah tersorot kamera TV atau liputan media massa, tetapi gigih mengajarkan aqidah Islam, baca tulis al-Quran, atau membendung gerakan-gerakan pemurtadan yang merusak umat Islam. Para pejuang Islam ini mungkin tidak menyadari, bahwa yang mereka kerjakan adalah sebuah langkah besar dalam menjaga aqidah dan eksistensi umat Islam.
Prof. Kasman Singodimedjo, seorang pejuang Islam di Indonesia, pernah menerbitkan sebuah buku menarik berjudul Renungan dari Tahanan, (Jakarta: Tintamas, 1967). Buku itu ditulisnya saat mendekam dalam tahanan rezim Orde Lama. Dari ruang tahanan itulah, Kasman mengingatkan pentingnya kesabaran dan keberlanjutan dalam perjuangan. Beliau berpesan:
”Seorang muslim harus berjuang terus, betapa pun keadannya lebih sulit daripada sebelumnya. Ada pun kesulitan-kesulitan itu tidak membebaskan seorang muslim untuk berjuang terus, bahkan ia harus berjuang lebih gigih daripada waktu lampau, dengan strategi tertentu dan taktik yang lebih tepat dan sesuai. Pengalaman-pengalaman yang telah dialami hendaknya menjadi pelajaran yang akan banyak memberi hikmah dan manfaat kepadanya. Tidak usah seorang muslim berkecil hati. Tidak usah ia merasa perjuangannya yang lampau itu telah gagal, hanya memang belum sampai pada maksud dan tujuannya. Perjuangan Tengku Umar, Imam Bonjol, Diponegoro, HOS Tjokroaminoto, H.A. Salim, dan lainnya itu pun tidak gagal, hanya belum sampai pada tujuannya. Oleh sebab itu, Muslimin yang masih hidup sekarang ini harus meneruskan perjuangan Islam itu, dengan bertitik tolak kepada keadaan (situasi) dan fakta-fakta yang kini ada, dengan gaya/semangat baru, setidak-tidaknya ”to make the best of it”, menuju kepada baldatun ”tayibatun wa Rabbun gafur”, yakni suatu negara yang baik yang diampuni dan diridhai oleh Allah: adil, makmur, aman, sentausa, tertib, teratur, bahagia, damai.”
Dr. Mohammad Natsir, pada 17 Agustus 1951, juga menulis sebuah artikel berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut.” Melalui artikelnya ini, Natsir juga mengingatkan, bahwa perjuangan tiada mengenal kata berakhir. Ia mengingatkan munculnya gejala orang-orang yang cepat merasa puas dalam perjuangan dan suka menuntut imbalan atas jerih-payahnya. Ketika itu, hanya enam tahun setelah kemerdekaan, kondisinya sudah sangat berubah. Natsir menggambarkan betapa jauhnya kondisi manusia Indonesia pasca kemerdekaan dengan pra-kemerdekaan.
cara merdekakan khalayak umum dari situs PENIPU
Mungkin kamu kamu semua kesal ya dengan situs teman kamu yang ramai traffic nya, sedangkan blog kamu gak ada traffic nya pisan lalu bagai mana cara meningkatkan traffic blog itu sudah di bahas di posting yang lain..
Atau kamu kesal dengan situs penjual mimpi atau situs yang menipu.. atau malah situs yang menjanjikan cepat kaya..??
Kalau kesal kenapa gak kita hapus ajah alias di hack….
sebenernya ini merupakan permainan logika script ajah ( bener gak tuh ngomongnya?)
ok daripada bing langsung di praktekin nih
pertama tulis di URL nama situs yang di tuju
misalnya http://www.downloadvideogratis.com (contoh)
terus kamu hapus URL nya lalu ganti dengan tulisan berkut
(Note: Cm permainan Logika HTML atau pun “java script”)
Atau kamu kesal dengan situs penjual mimpi atau situs yang menipu.. atau malah situs yang menjanjikan cepat kaya..??
Kalau kesal kenapa gak kita hapus ajah alias di hack….
sebenernya ini merupakan permainan logika script ajah ( bener gak tuh ngomongnya?)
ok daripada bing langsung di praktekin nih
pertama tulis di URL nama situs yang di tuju
misalnya http://www.downloadvideogratis.com (contoh)
terus kamu hapus URL nya lalu ganti dengan tulisan berkut
javascript: document.body.contentEditable =’true’; document.designMode = ‘on’; void 0
nah kalo udah silahkan di klik di layar.. apakah yang terjadi … silah kan di hapus saja semua jika teman teman sudah kesal dan ingin menghapus Web tersebut… MHUHAHAH(Note: Cm permainan Logika HTML atau pun “java script”)
INDONESIA BELUMERDEKA
sekarang indonesia bukanlah seperti kata orang, setelah beberapa tahun merdekaindonesia pun terpuruk akan masalah2 dalam maupun luar negeri, seperti:
-kemiskinan yang kian tahun semakin bertambah
-kriminal yang kian hari semakin meradang
-banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh kalangan rakyat jelata dan kalangan pejabat
-kemiskinan yang kian tahun semakin bertambah
-kriminal yang kian hari semakin meradang
-banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh kalangan rakyat jelata dan kalangan pejabat
Langganan:
Komentar (Atom)


