sore senja datang padaku
sore hari datang kepadaku dengan dadanya yang sarat oleh bekas peluru
seketika kudengar lagi suara tahun yang penuh ledakan serta teriakan
wajahmu muncul di manamana. di atas meja tempatku menulis sajak cinta
di permukaan lantai yang kotor oleh sampah dan kecemasan, membayang
di secangkir teh yang masih mengepulkan asap
namun katakatamu adalah dunia lain yang sampai saat ini tidak juga kupahami
aku bangun bersiap menyembahyangkan harapan yang telah menjadi bangkai
mengundang kembali ayatayat suci yang bertahun tidak lagi kuimani
berharap dengan begitu wajahmu lindap lalu lunas menjadi masalalu
dan katakatamu bangkit dari kesuntukanku terhadap bahasa
menjelma kekasih yang mengerti pedihnya kesepian dan perihnya luka
tapi hingga sore hari meninggalkanku, segalanya masih seperti sediakala
sementara bekas peluru yang menyarati dadanya telah ia wariskan ke atas dadaku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar